Tampilkan postingan dengan label story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label story. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 September 2014

Inspirasi Di Tempat Pemberi Inspirasi

07.15
Ketika pagi hari tikudawet dalam sebuah khayalan kosong, ketika manuk tak lagi disada mengisi hari ceria, saat itu bunyi "preeeet" keluar dari bagian belakang tubuh. Lamunan imajinasi berdatangan paciweuh memperebutkan ide segar untuk dituangkan. Hening, sunyi, bau.

Tak pernah beranjak dalam waktu yang sebentar untuk mencari inspirasi, walau memang laleur begitu ngagembrong. Memang benar, aroma ee ku mengundang banyak para fans untuk menggurumutinya.

Blesing !!! Satu pencerahan datang menuntut direalisasikan. Tanpa ragu aku pun lumpat ka imah. Teu sadar calana poho teu dipake. Bi Yati yang menyaksikan langsung pingsan dan kejang-kejang kasetrum cai sanyo. Langsung saja aku teh siduru na hawu ngagaringkeun ee da kebetulan cai yang ada dilembur kami sudah saraat.

Sampai tidak kapikiran, bahwa cai yang setiap hari kita jumpai tetapi bisa jadi ladang uang. Emang sabaraha modal cai akua teh? Ternyata teu leuwih ti 200 perak. Itupun untuk biaya wadahnya doang. Jadi air mineral dalam bentuk gelas eta teh untungnya gede bray. Ini jafi lahan bisnis yang menarik.
Tapi hanjakalnya mau bisnis akua gelas kumaha sedangkan cai buat ombeh saja diganti sama lebu hawu. Miris

Minggu, 23 Maret 2014

Mainan

20.06
Bagi gue hari ini adalah hari kesepian sekampung. Gue merasa jadi orang dewasa yang telah mengambil kebahagiaan masa kecil gue. Dari yang dulu tiap hari minggu sukan nonton kartun dari pagi sampe TV meledak, main PS bareng temen yang uang rentalnya hasil jual rokok bapa gue, sampai nyari ikan di selokan dan berakhir di empang orang lain. Huaaaaah, umur ini telah memperkosa masa kecilku. Sebenarnya naluri dan semangat anak kecil masih melekat dalam diri gue. Bagimana tidak, waktu pertama kali masuk SMA dimana anak lain udah punya HP, gue milih beli Tamagochi. Dan terakhir pas kuliah tingkat akhir zaman kemarin, ketika semua orang sibuk bulan madu ama skripsi, gue lebih milih melompat ke Toko Mainan dan merampok semua Tamiya yang ada disana pake ATM. Gue berhasil, gue bangga, dan kuliah gue nambah satu semester gara-gara telat sidang. Kampret, kalo ada anak kecil waktu itu yang menghampiri gue bakal gue keroyok sampe babak belur. Semua ini gara-gara si Otong yang ngajak tanding balap tamiya, siapa yang gak mau coba.
"A, balap tamiya yuk!" Seru Otong sambil garukin pantatnya
"Yaelah gue ini udah gede, udah kuliah, ogah gue maenin yang gituan" Jawab gue dengan nada tegas
"Kalo gak mau berarti pacarnya si Lastri" Ancam Otong sambil jilatin tangannya
"Ah, percuma tong, tetep aja gak mau, si Lastri kan udah jadi pacar gue" Gue pun pergi meninggalkan dia. Tapi ...
"Kalo mau nanti dikasih permen"
"GUE MAU" 
 Sebenarnya tanpa dia ancam segala gue bakal mau nerima tantangan si Otong, tapi apa kata orang sekitar ketika lihat seorang Mahasiswa tingkat akhir sedang main balap mobil Tamiya.

"Bu Asma, lihat deh kelakuan si Yogi, dia kan udah mau lulus kuliah masih aja mainan anak kecil"
"Iya ih Bu Bersin, mana kalo dia main sambil pegangin tititnya lagi,, ih amit-amit"
Mungkin aja saking kesalnya gue berjalan menghampiri mereka dan bilang
"UNTUNG SAJA SAYA TIDAK MAININ CEWE DAN PEGANGIN TITIT COWO"

Ah, inilah nasib hidup di kampung segala sesuatu pasti diomongin. Padahal kalo mereka ke kota, disana banyak orang dewasa yang masih main mobil tamiya. Mungkin tidak menutup kemungkinan di Saritem sana bnyak om-om yang mainin Barbie bernyawa. Hayoh. Jadi mendingan mainin mainan anak-anak apa maenin mainan 'dewasa'?

The Tuturut Munding

19.39
Pernah ngikutin tingkah laku temen? Pernah ngikutin tingkah laku artis? Pernah ngikutin tingkah laku kambing? Kalo pernah, selamat kamu masuk zona the tuturut munding.


Istilah tuturut munding memang sangat populer di kalangan masyarakat Sunda. Dalam arti sederhana, tuturut munding berarti suka ikut-ikutan meniru tingkah laku orang lain, tidak mempunyai pendirian tetap. Tapi kalo kamu nyari kata tuturut munding di google, maka yang banyak dibahas adalah lagu Doel Sumbang yang berjudul sama yaitu Tuturut Munding. Belum tahu? nih videonya :


Yang namanya ikut-ikutan adalah hal yang manusiawi. Iya dong, coba aja dulu kalo ga ngikutin perkataan orang tua waktu kecil, mana bisa bilang "Mama,, Minca,, Pucha". Tapi dewasa ini kebiasaan meniru dapat menimbulkan pro dan kontra. Masih ingat dengan boyband di Indonesia? Semua pasti teringat Tukul Arwana. Ya, Sm*sh ! Boyband asal bandung ini membuat pengangguran anak muda berkurang dengan menjadi anggota boyband. Bicara tentang boyband, negara yang paling banyak memproduksinya adalah korea. Dan hampir semua boyband indonesia berkiblat kesana. Why? Karena bagi para cewe, cowo-cowo korea itu selain ganteng juga cantik *mikir keras*. Bandingin deh foto ini, mana yang keren menurut kamu?


Pertanyaannya adalah 'Kenapa harus ikut-ikutan kalo bisa bikin sesuatu yang beda?'
Mungkin banyak yang berpendapat kalo ngekor dari luar gampang suksesnya. Bisa saja benar, buktinya pas booming boyband di indonesia ternyata lebih dari 1000 boyband yang berdiri, sampe tukang gorengan pun kerjasama bikin boyband mereka sendiri. Dan yang tersisa berkat seleksi alam tinggal beberapa biji, itupun nunggu terpeleset. 
Buat jiplakan ato kloningan emang jarang yang bertahan lama, tetap saja perintis yang bertahan. Itu pun kalo tidak kalah perang.

Boleh saja meniru, tapi harus punya ciri khas. Jadi pilih mana, diikuti atau mengikuti?




Sabtu, 22 Maret 2014

Jejak Masa Lalu

20.09

Gue nulis postingan ini dipenuhi dengan berbagai macam halangan dan rintangan. Tetangga bengek, ayam digondol lasun, jerawat meledak. Sangat ripuh hidup gue. Menginjak-injak umur 25 ternyata semuanya mulai menyerang, tuntutan hidup, tuntutan masyarakat, dan tuntutan kreditan. Memang hidup jadi orang yang dipercaya ya gini, kalo ga ngutang ya di kasih utang. Entah kenapa pas gue liat eek cicak tiba-tiba teringat dengan blog gue yang lama. Iya, gue pernah punya blog sebelumnya. Nama blognya mangkaruhun, dan ini blog yang paling sering gue urus selama hampir 2 tahun. Gue mengenal dunia blog dari penulis dan blogger terkenal seperti Raditya Dika, Bena Kribo, Shitlicious, dan Poconggg. Yang terakhir itu cuma nama doang, bukan berarti gue ngeblog sama mahluk halus ya. Dari mulai tampilan yang sering gue update dan maksimalkan, udah seo lah pokonya, sampai postingan yang bersangkutan dengan keseharian pribadi gue tulis dengan penuh semangat. Pengunjungnya pun lumayan banyak, ponakan, kakek, dan nenek. Gue dulu  membuat blog tersebut bukan untuk konsumsi publik tapi untuk anak cucu gue nanti. Waktu itu pemikiran gue udah tua banget, berjenggot dan keriput kaya udang. Sory ngelantur, lagi ngidam makanan seafood. Iya gue sadar gue bukan artis atau siapapun, gue hanya orang biasa yang hidup dengan penuh kekonyolan. Dan kekonyolan ini pengen gue bagi kelak. Kalau membaca tulisan-tulisan dulu rasanya pengen nangis pulsa, sangat berharga dan berisi. Mungkin karena dulu tidak berada dibawah pengawasan Densus 88 kali ya. Hingga pada suatu waktu, semua tulisan dan desain yang ada pada blog gue 'harus' gue hapus demi menjaga perasaan seseorang. Dan pada saat itu tidak ada penyesalan untuk memusnahkan semua postingan, karena yang digunakan hanya logika. Tetapi setelah sekian lama berlalu, terasa ada yang hilang. Bukan karena kenangannya tapi karena hasilnya. Semua tulisan yang ada disana murni hasil belajar gue sama Blogger-blogger yang tadi gue sebutin. Untuk mendapat gaya penulisan yang enjoy tanpa beban tersebut didapat dalam waktu yang lumayan lama. Gue melupakan semuanya dan berusaha mengganti tema blog dengan sesuatu hal yang serius, tapi gak bisa. Itu bukan dunia gue. Sampai pada akhirnya gue pergi meninggalkan apa yang gue cita-citakan, menjadi seorang penulis. Tamat
100 Tahun Kemudian
And Now !!!! Gue kembali ke dunia ini dengan semangat juang prajurit terlilit utang. Semangat yang gue dapat dulu kini datang kembali tanpa permisi, gue semangat nulis, gue ngeblog lagi, dan gue kembali, sebagai pengutang baru. Lebih fresh dan lebih baru. Akan gue goncangkan dunia internet dengan blog gue, sampai-sampai cowo hidung pesek pengunjung saritem bakal gue paksa nikah siri sama blog gue. Yeah ! Ngapain mikirin terus masa lalu yang gak mungkin kembali, yang ada sekarang adalah mikirin masa depan yang ada di depan mata. Benar kata buku yang tetangga baca "Apa yang kamu lakukan hari ini adalah gambaran masa depanmu" Dan barusan gue boker di celana.

Oke, itu jejak gue di masa lalu. Kalo kamu? Share di komen ya :)

Jumat, 21 Maret 2014

Tentang Sebuah Cita-Cita

10.50

Pagi ini gue terbangun dalam posisi ganteng lalu berjalan layaknya zombie terkena bisul. Beberapa hari yang menguras darah memaksa beraktivitas dalam keadaan lowbat. Waktu SD gue pernah ditanya sama guru
"Yogi, kalau sudah besar kamu mau jadi apa?"
"Ummm, tidak tahu bu, bingung"
"Lho kok tidak tahu, apa kamu tidak punya cita-cita? Apa kamu tidak punya impian?"
"Kayaknya ibu mulai kepo deh, aku gak mau hidupku berada dalam gosip bu"
Kemudian sekolah diliburkan selama 2 tahun
Gue paling bingung kalo udah ditanya soal cita-cita atau masa depan. Terlalu banyak yang gue ingin capai dan wujudkan. Dulu gue pernah buat list daftar cita-cita yang harus gue capai, berikut list-nya :

  1. Pelawak
  2. Aktor
  3. Sutradara
  4. Pengusaha Clothing
  5. Pemain Band
  6. Pemilik Showroom Mobil
  7. Pemilik Perusahaan Ponsel
  8. Peternak Cacing
  9. Bandar Rongsok
  10. Pedang Matahari
  11. Guling
Dan gue sadar makin banyak gue bikin list makin harus sering ke dokter hewan. Tentunya tidak mudah menjawab pertanyaan tentang cita-cita, sekarang ingin jadi Polisi besok ingin jadi Tukang Cilok. Keinginan seseorang tidak pernah bisa ketebak. Berkhayal tinggi dan besar selalu dihantui embel-embel "Jangan Bermimpi Terlalu Tinggi, Sudah Banyak Orang Gila". Padahal kalau kita benar menjalani alur cerita untuk meraih impian itu, tidak ada yang tidak mungkin sebenarya. Pernah mendengar ada artis dari daerah terpencil? ada presiden yang tadinya pemulung? Tidak ada yang tidak mungkin kalau kita mengusahakannya. Banyak jalan menuju Citayam. Selalu ada peluang kalau kita mau meraihnya. Jadi kenapa harus takut bermimpi besar?


Minggu, 16 Maret 2014

Buka Dikit Joss Versi Mang Yogi

22.31

Demam Caesar dimana-mana, dari mulai anak-anak, dewasa, sampai orangtua yang udah nunggu ajal keranjingan goyang Caesar. Nah, berikut efek ganteng Caesar yang merekat pada diri gue sampe rela menggadaikan kepergantengan demi mengikuti tren saat ini, cekidot :




About Us

DeepBlog

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Vestibulum rhoncus vehicula tortor, vel cursus elit. Donec nec nisl felis. Pellentesque ultrices sem sit amet eros interdum, id elementum nisi ermentum.Vestibulum rhoncus vehicula tortor, vel cursus elit. Donec nec nisl felis. Pellentesque ultrices sem sit amet eros interdum, id elementum nisi fermentum.




Recent

recentposts

Random

randomposts